PENCARI FAKTA, Agam - Menjelang penutupan tahun anggaran 2025 yang tinggal menghitung jam, proyek percepatan penanganan abrasi Pantai Masang, Tiku, Kabupaten Agam, terus digenjot penyelesaiannya. Proyek strategis ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam melindungi kawasan pesisir serta pemukiman warga dari ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan.
Pantauan awak media di lapangan pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan aktivitas pengangkutan material yang cukup intens menuju lokasi proyek. Sejumlah truk pengangkut batu gajah tampak melintas dari berbagai arah, menandakan keseriusan pihak pelaksana dalam mengejar target penyelesaian sebelum tutup tahun.
Upaya percepatan ini dinilai penting mengingat abrasi di Pantai Masang telah lama menjadi ancaman bagi infrastruktur, lahan produktif, serta keselamatan masyarakat pesisir. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, penyelesaian proyek tepat waktu menjadi kebutuhan mendesak agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Salah seorang sopir truk yang ditemui di wilayah Sikabu, Kampung Tangah, mengungkapkan bahwa dirinya ikut terlibat dalam pengangkutan material sebagai bagian dari aktivitas proyek yang sedang berlangsung.
“Saya diminta untuk mengangkut batu ke arah Tiku. Pengangkutan ini sudah berjalan beberapa hari dan saya baru ikut hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengambilan material dilakukan dari kawasan sekitar Jalan Baru Muko-Muko, Maninjau. Informasi ini menjadi perhatian penting bagi semua pihak agar setiap tahapan proyek benar-benar mematuhi ketentuan hukum dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Proyek penanganan abrasi Pantai Masang merupakan program pemerintah yang bertujuan mulia: melindungi garis pantai, menjaga ekosistem pesisir, serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana alam. Karena itu, publik berharap seluruh proses pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Sejumlah warga setempat menyambut baik pembangunan tersebut, seraya berharap pengawasan tetap diperkuat agar pembangunan tidak menimbulkan dampak lingkungan baru.
“Kami mendukung proyek ini karena manfaatnya besar bagi masyarakat pesisir. Tapi kami juga berharap semua aturan dipatuhi agar alam tetap terjaga,” ujar seorang warga.
Hingga saat ini, pihak pengawas proyek dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh material dan metode kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengawasan yang kuat akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, aparat pengawas, dan masyarakat, proyek penanganan abrasi Pantai Masang diharapkan menjadi contoh pembangunan infrastruktur yang tidak hanya cepat dan tepat sasaran, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan demi masa depan Kabupaten Agam.
(TIM)
#Infrastruktur #SumateraBarat

